089696534521
desasirapan@gmail.com

Admin
Saturday, 22 Nov 2025 21:15
featured Image

21 November 2025 – Sebagai langkah strategis dalam menyukseskan program Pembinaan Terpadu PKK Sehat Lestari Bencana Tahun 2025, kegiatan Pelatihan Pembuatan Tas Anyaman telah sukses diselenggarakan. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pengisian waktu luang, melainkan sebuah manifestasi nyata dari upaya pemberdayaan perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga. Program ini mengintegrasikan aspek keterampilan (skill) dengan visi besar PKK tahun 2025 yang berfokus pada kesehatan, kelestarian lingkungan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui ketahanan ekonomi.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama sesi pelatihan berlangsung. Para kader PKK dan warga diajarkan teknik menganyam mulai dari dasar hingga tingkat lanjut, menciptakan motif-motif yang estetis dan bernilai jual. Bahan yang digunakan pun dipilih secara cermat, seringkali memanfaatkan bahan daur ulang atau sintetis yang kuat, yang sejalan dengan semangat "Lestari". Ketelatenan dalam memadukan warna dan membentuk pola anyaman tidak hanya melatih kesabaran, tetapi juga menumbuhkan jiwa seni yang mungkin selama ini terpendam di dalam diri para peserta.

 

Dari sisi ekonomi, pelatihan ini membuka peluang usaha baru bagi sektor Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Tas anyaman kini telah bertransformasi menjadi produk gaya hidup yang digemari berbagai kalangan karena durabilitas dan desainnya yang semakin modern. Dengan bekal keterampilan ini, para ibu diharapkan mampu memproduksi tas anyaman yang layak pasar, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. Hal ini secara langsung mendukung pilar ekonomi keluarga yang kuat, yang merupakan pondasi penting dalam menghadapi berbagai situasi krisis atau bencana.

 

Keterkaitan kegiatan ini dengan tema "Sehat Lestari Bencana" terletak pada aspek keberlanjutan lingkungan dan ketahanan sosial. Dalam konteks "Lestari", penggunaan bahan anyaman yang awet mengurangi ketergantungan pada kantong plastik sekali pakai yang merusak lingkungan. Sementara dalam konteks "Tanggap Bencana", kemandirian ekonomi yang terbangun dari keterampilan ini menciptakan masyarakat yang lebih resilien (tangguh). Masyarakat yang mandiri secara ekonomi akan lebih siap dan cepat bangkit ketika dihadapkan pada situasi bencana atau krisis tak terduga.

Menutup kegiatan ini, besar harapan agar keterampilan yang telah dipelajari tidak berhenti di ruang pelatihan saja. Diharapkan akan terbentuk kelompok-kelompok usaha kecil di tingkat dasawisma yang secara konsisten memproduksi dan memasarkan karya mereka. Dengan demikian, Pembinaan Terpadu PKK Sehat Lestari Bencana Tahun 2025 tidak hanya menjadi slogan, melainkan sebuah gerakan nyata yang membawa dampak positif berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan sekitar.