Sirapan – Pemerintah Desa terus berupaya menekan angka stunting dan meningkatkan status gizi balita melalui berbagai program strategis, salah satunya dengan menyelenggarakan "Pelatihan Pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal". Kegiatan yang melibatkan kader Posyandu, kader Pembangunan Manusia (KPM), dan perwakilan ibu-ibu PKK ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai standar gizi yang tepat bagi tumbuh kembang anak. Pelatihan ini menjadi langkah konkret desa dalam memastikan bahwa bantuan makanan yang disalurkan tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi makro dan mikro yang krusial bagi balita dan ibu hamil.
Dalam sesi penyampaian materi, narasumber ahli gizi menekankan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah didapat di lingkungan sekitar namun memiliki nilai gizi tinggi, seperti ikan sungai, telur, daun kelor, dan kacang-kacangan. Peserta diajak untuk mengubah pola pikir bahwa makanan bergizi tidak harus mahal atau impor. Dengan kreativitas pengolahan yang tepat, bahan-bahan sederhana dari pekarangan atau pasar desa bisa disulap menjadi hidangan "superfood" yang efektif mencegah gizi buruk dan stunting. Hal ini sekaligus menjadi kampanye ketahanan pangan keluarga yang mandiri dan ekonomis.

Keseruan acara semakin terasa saat memasuki sesi praktik memasak atau cooking class. Para kader diajarkan berbagai resep inovatif agar menu PMT tidak monoton dan membosankan. Tantangan utama yang sering dihadapi orang tua adalah anak yang susah makan atau "Gerakan Tutup Mulut" (GTM). Oleh karena itu, pelatihan ini fokus pada teknik penyajian yang menarik, variasi rasa yang disukai anak, serta tekstur yang sesuai dengan usia balita. Contoh olahan kreatif seperti nugget sayur, pudding kelor, atau bola-bola ikan menjadi menu andalan yang dipraktikkan agar anak-anak lebih antusias menyantap makanan sehat mereka.


Pemerintah Desa menyambut positif antusiasme para kader dalam mengikuti pelatihan ini. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa kader Posyandu adalah garda terdepan dalam pemantauan kesehatan masyarakat. Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader tidak hanya mampu membagikan makanan, tetapi juga dapat menjadi konsultan gizi sederhana bagi para ibu di posyandu masing-masing. Pengetahuan tentang cara mengolah makanan yang higienis dan bergizi ini harus ditularkan kepada masyarakat luas agar tercipta kesadaran kolektif tentang pentingnya asupan nutrisi di masa emas pertumbuhan anak.
Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang bagi kualitas kesehatan generasi penerus desa. Pemerintah Desa berkomitmen untuk terus menganggarkan dana desa bagi kegiatan-kegiatan pemberdayaan kesehatan seperti ini. Dengan menu PMT yang semakin variatif, lezat, dan bergizi, diharapkan grafik kesehatan balita di desa akan terus meningkat, kasus stunting dapat dihilangkan, dan tercipta generasi desa yang sehat, cerdas, serta berdaya saing di masa depan.