Sirapan – Pemerintah Desa kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan sumber daya manusia dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan intensif bertajuk "Digital Marketing dan Digital Printing". Program yang ditujukan khusus bagi para pemuda dan anggota Karang Taruna ini dirancang untuk menjawab tantangan ekonomi di era modern. Tujuannya adalah mencetak wirausahawan muda yang tidak hanya cerdas dalam memanfaatkan teknologi informasi, tetapi juga memiliki keterampilan teknis produksi yang bernilai ekonomis tinggi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran serta memunculkan inovasi usaha baru yang berbasis di desa.
Pada sesi materi Digital Marketing, para peserta diajak menyelami strategi pemasaran modern yang efektif dan efisien. Materi yang disampaikan mencakup cara membangun citra jenama (branding) produk desa, optimalisasi media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk bisnis, hingga teknik fotografi produk sederhana menggunakan ponsel pintar. Para pemuda diberikan pemahaman bahwa pemasaran digital adalah kunci untuk memperluas jangkauan pasar, sehingga produk lokal desa tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas melalui platform lokapasar (marketplace).

Antusiasme peserta semakin terlihat saat memasuki sesi pelatihan Digital Printing. Di sini, mereka dibekali keterampilan teknis mulai dari dasar-dasar desain grafis hingga pengoperasian mesin cetak. Peserta diajarkan cara membuat desain kemasan (packaging) yang menarik, mencetak stiker label, spanduk, hingga menyablon merchandise. Keterampilan ini dinilai sangat strategis karena kebutuhan akan jasa percetakan di desa cukup tinggi, namun selama ini warga harus pergi ke kota untuk mendapatkannya. Dengan adanya kemampuan ini, pemuda desa dapat mengisi peluang pasar tersebut sekaligus meningkatkan nilai jual produk UMKM melalui kemasan yang lebih profesional.

Pemerintah Desa menekankan bahwa penggabungan dua materi ini, yaitu pemasaran dan percetakan, merupakan paket lengkap untuk membangun kemandirian ekonomi. Dengan menguasai Digital Printing, pemuda mampu menciptakan produk fisik atau jasa yang dibutuhkan masyarakat. Sementara dengan bekal Digital Marketing, mereka dapat memastikan usaha tersebut memiliki pasar yang berkelanjutan. Sinergi kedua keterampilan ini diharapkan menjadi modal kuat bagi pemuda untuk tidak sekadar menjadi penonton di era digital, melainkan menjadi pelaku utama yang produktif.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Pemerintah Desa berencana memfasilitasi pembentukan kelompok usaha bersama bagi para alumni pelatihan. Pendampingan akan terus dilakukan agar ilmu yang didapat segera diaplikasikan menjadi rintisan bisnis yang nyata. Besar harapan bahwa dari pelatihan ini akan lahir sentra-sentra ekonomi kreatif baru di desa yang mampu menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan asli desa, dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.