Sirapan – Pemerintah Desa kembali menggelar kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan desa, kali ini dengan fokus pada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). Kegiatan "Pelatihan Administrasi PKK" ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang tertib, transparan, dan akuntabel. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh pengurus PKK desa, mulai dari tingkat desa hingga kader Dasawisma, dengan tujuan menyamakan persepsi mengenai pentingnya pencatatan data yang rapi dan sistematis dalam mendukung program kerja desa.
Dalam sesi materi, para peserta mendapatkan bimbingan teknis yang mendalam mengenai pengisian enam buku wajib PKK serta buku-buku penunjang lainnya. Narasumber menekankan bahwa administrasi bukan sekadar kegiatan surat-menyurat, melainkan "jantung" dari organisasi. Peserta diajarkan cara menyusun notulen rapat yang benar, mengelola surat masuk dan keluar, serta memperbarui data papan kegiatan (data dinding) di setiap kelompok kerja (Pokja). Pemahaman ini sangat krusial agar setiap kegiatan yang telah dilaksanakan tercatat dengan baik sebagai bukti kinerja organisasi.

Selain aspek teknis pembukuan, pelatihan ini juga menyoroti peran vital data Dasawisma. Sebagai ujung tombak pendataan keluarga, kader PKK diharapkan mampu menyajikan data yang valid dan terkini mengenai kondisi warga, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi keluarga. Data yang akurat dari kelompok Dasawisma ini nantinya akan menjadi rujukan penting bagi Pemerintah Desa dalam merumuskan kebijakan pembangunan, seperti penanganan stunting, bantuan sosial, dan pemberdayaan masyarakat agar lebih tepat sasaran.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, terutama saat sesi simulasi pengisian buku administrasi. Banyak kader yang menyadari bahwa selama ini masih terdapat kekeliruan atau kekurangan dalam pencatatan di wilayah masing-masing. Melalui forum diskusi yang interaktif, para ibu-ibu PKK saling bertukar pengalaman dan solusi terkait kendala administrasi di lapangan. Semangat ini menunjukkan komitmen kuat dari para kader untuk membenahi manajemen organisasi demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.


Diharapkan pasca pelatihan ini, tidak ada lagi administrasi yang dikerjakan secara mendadak atau rapel hanya ketika akan ada lomba atau pemeriksaan. Pemerintah Desa berharap TP-PKK dapat menjadi mitra strategis yang profesional, di mana setiap program pokok PKK tidak hanya sukses dalam pelaksanaan di lapangan, tetapi juga sukses dalam pelaporan administrasinya. Dengan administrasi yang tertib, PKK Desa akan semakin kuat dalam memberdayakan keluarga dan mensejahterakan masyarakat desa secara keseluruhan.