Khidmatnya Tradisi Among-Among Jelang Peringatan Ulang Tahun Desa

Khidmatnya Tradisi Among-Among Jelang Peringatan Ulang Tahun Desa

Menjelang perayaan ulang tahun ke-199 desa tercinta kita, sebuah tradisi sarat makna kembali dilaksanakan sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur. Tradisi among-among atau nyekar ini menjadi agenda wajib bagi jajaran aparatur desa dan tokoh masyarakat sebelum menggelar perhelatan besar. Langkah ini bukan sekadar ritual rutin, melainkan sebuah jembatan spiritual untuk menyambung tali batin antara generasi masa kini dengan para pendahulu yang telah meletakkan pondasi kehidupan di wilayah Sirapan.

Prosesi luhur ini diawali dengan kunjungan ke Makam Raden Tedjo Kusumo, sosok yang dihormati sebagai cikal bakal pembuka kawasan desa ini. Dalam balutan suasana yang khusyuk, rombongan yang mengenakan pakaian adat khas Jawa duduk bersila mengelilingi pusara. Untaian doa dipanjatkan dengan tulus, memohon ampunan serta keberkahan bagi arwah sang pendiri yang telah berjasa besar. Momen ini sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh warga untuk tidak melupakan sejarah dari mana masyarakat desa ini berasal.

  

Setelah memanjatkan doa di makam leluhur utama, langkah rombongan berlanjut menuju tempat peristirahatan terakhir para mantan kepala desa yang telah tiada. Kunjungan ini merupakan bentuk pengakuan dan rasa terima kasih atas dedikasi serta pengabdian yang pernah mereka berikan selama memimpin. Setiap taburan bunga dan tetes air yang disiramkan di atas pusara menjadi simbol bakti yang tak pernah putus dari masyarakat Madiun yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan tata krama.

 

Inti dari rangkaian kegiatan among-among ini adalah momen memohon izin secara spiritual atau pamit untuk menggelar seluruh rangkaian acara peringatan Harlah desa di area punden. Masyarakat meyakini bahwa meminta rida kepada para pendahulu merupakan etika kultural yang penting agar seluruh kegiatan perayaan dapat berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat nyata. Prosesi memohon restu ini dilangsungkan dengan penuh takzim, diiringi harapan agar seluruh warga senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya.

  

Melalui tradisi nyekar yang terus dilestarikan ini, semangat persatuan warga diharapkan semakin menguat dalam menyongsong puncak acara nanti. Nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan oleh Raden Tedjo Kusumo dan para pemimpin terdahulu menjadi kompas bagi arah pembangunan desa ke depan. Semoga dengan restu para leluhur dan kekompakan seluruh elemen masyarakat, perayaan ulang tahun desa tahun ini menjadi momentum kebangkitan kesejahteraan bersama yang penuh dengan keberkahan.